|
Monday, March 21, 2005
After she left
Tidurku memang tak menentu, kadang lama banget, kadang malah nggak tidur sama sekali. Malam terjaga, bengong, lalu ngapain...Aku kehilangan satu teman penghuni rumah. Sekarang Tante sudah tak lagi berani tinggal disitu. Tak lama setelah malam itu, ia mengepaki barang-barangnya, dan kabarnya ia terbang pulang ke Medan, entah kembali entah enggak. Seperginya ia, malam malah jadi menakutkan, suara selemah apapun terdengar, detak jantung dan desah napas segala makhluk seramai di siang hari. Sholat malam, sudah lama sekali aku tak pernah melakukannya. Aku merasa terlalu 'kotor' untuk berkhusyuk masyuk dalam doa, sholat malam pula. Canggung. Hanya salam yang kukirim untukmu. Lewat angin malam, lewat mimpi, lewat suara gumam, lewat harapan. Biasanya, aku selalu membiarkan malam lewat begitu saja hingga tak ada yang perlu diingat, kalau perlu ingatan tentang mimpi segera dikosongkan lagi selepas pagi.
4:50 PM
|
---------------
Laci arsip :
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
|